[SARIPATI/Petikan Khotbah Jumat Imam Jemaat Islam Ahmadiyah Sedunia, 18 Jan-'08] ALQURAN, Kitab Suci Penuh Hikmah...





25-Jan-08 09:18:12—KEMARIN siang hingga petang di warnet, ‘nyari dan sambil ‘nunggu’in Summary Khotbah Imam Jemaat Ahmadiyah Sedunia yang Berbahasa Indonesia di tempat Blog Abu Naweed, tapi tak kunjung ada. Saat itu bingung, “Mesti cari kemana lagi, nih?!” Mana Pak Haji Pipip dan Haji Syarif Lubis juga belum lagi. Begitu, ganti! Hehe... Mesti ‘ngolah sendiri kayaknya, refers to Alislam.org provided. Dan kerjaan olah terjemah, ditempuh dalam waktu semalam suntuk hingga pagi menjelang siang demi terbitnya Lembar Berita Al-Hidayah yang saya sendiri adalah Redaktur Pelaksana-nya—khotbah doang-sih, diselingi beberapa aktifitas termasuk tidur yang tidak begitu pulas sambil duduk di meja kerja. *sigh* ‘Nggak ‘papa-lah?! ;-)

Kemarin-siang itu pula di warnet, sempat melihat beberapa messages di Gmail, Yahoo dan Friendster. Di Friendster—biasa, melepas kangen dg ‘ngintipin bbrp profil kawan dan teman-teman online lama. Dan pula, messages “si fulanah ma-baby-swit”. ;-) Lain halnya di Gmail, tetap(!), memilah-milah japri, milis dan spam. Ada postingan dari Sohib-ku yang di TNI AU, Faisal Sahib (siap, Pak!!!) di milis yang menyentil tentang fotoku bersama K.H. Agus Miftah Sahib (penasihat senior BIN) pada tabloid Intelijen sebuah media massa gurem. Capek, deh! Ada-ada ‘aja! :-p Sedangkan di Yahoo khususnya Messanger (YM), terjadi hal yang bikin ‘be-te’ (bad temperate), pada PC yang kupegang ada virus yang aktif mengirimkan pesan seronok ke server dan ke beberapa ID friends list di YM. Gila. Dasar warnet dodol!!! ;)) Dan setelah kuoprek-oprek bisa diblok pake ‘Ad-Watch’-nya Lavasoft. Hingga kini aku aktifkan terus selama PC di kerjaan-ku ‘ON’. v__^^

Malamnya, hmm, kalau nggak ‘ngerjain editan buku temanku si Hasan (kembarannya Husen), paling meradang nggak jelas. Yaa, gitu deh. Biasa, ^_^ penyakitnya para pria lajang: Be-te (birahi tinggi) dan Kasmaran-nggak-jelas! Ujung-ujungnya, haha...penderitaan. Astaghfiru`l-Lâh! [:~``) Hmm, mesti nikah-nih?! Mana Pak Sadr Sahib—kata Hadi Sahib (adiknya) bilang melalui chatting di Gmail—aku harus nikah mengingat usiaku yang beranjak karatan. Busyet, masya Allah! Iya-deh, iya! =))

O ia. Se-‘nggak-‘nggaknya, sehari semalam itu, ada kmajuan-kan? Yaa, ada-lah! Hehe... Sudah dua hari ini, usai Salat Isa dan sunah rawatib maupun nafal-nya, khusyuk banget kalo ngerjain Salat Witir. Sampé-sampé ada qunut-nya lagi! Lama sekali, hampir 10 menit-an! Semoga semakin khusyuk. Hari ini mesti lebih baik dari kemarin. Amin. ;-)


--

SARIPATI/Petikan Khotbah Jumat Imam Jemaat Islam Ahmadiyah Sedunia Sayyidina Amirul Mukminin Hadhrat Mirza Masroor Ahmad Khalifatul Masih V atba.—Mesjid Baitul Futuh Morden-London, Inggris, 18 Januari 2008

ALQURAN, Kitab Suci Penuh Hikmah


HUDHUR [Hadhrat Khalifatul Masih atba.] atba. mengawali khotbah dengan tasyahud, doa ta’awuz serta tilawat QS Al-Fâtiĥah. Kemudian, beliau sambung dengan QS [Al-Baqarah] 2:130.

Khotbah kali ini menginjak pada bahasan aspek ketiga dalam doa Hadhrat Ibrahim a.s. dari empat aspek yang terkandung dalam ayat pembuka khotbah pada QS 2:130, yakni Tanda-tanda, Kitab, hikmah syariat dan sarana-sarana untuk kemajuan nasional. Kata ‘hikmah’ sendiri memiliki banyak variasi makna, bisa berarti keadilan, ilmu pengetahuan, kecerdikan, dan bertindak sesuai situasi maupun kondisi. Bahasan yang Hudhur atba. sampaikan, berfokus pada keagungan Hadhrat Nabi Muhammad-mustafa Rasulullah saw.. dan kitab suci yang Allah swt. turunkan kepada beliau. Keduanya, memiliki makna hikmah dan keteladanan yang mendalam. Ajaran-ajaran yang beliau bawa akan berlanjut selamanya. Keteladanan beliau yang beberkah akan senantiasa terejawantahkan sempurna sesuai yang telah dinubuwatkan. Setiap orang harus berusaha keras meneladani beliau saw..

Hudhur atba. menceritakan panjang lebar beberapa keagungan dan keteladan Hadhrat Rasulullah saw. antara lain saat usainya Perang Hunain yang dengan bijak menjelaskan tentang harta rampasan perang. Juga, suatu kisah yang menyentuh perasaan pada saat Hadhrat Rasulullah saw. usai menerangkan makna Alquran Surah An-Nashr (QS 110) mengenai semakin dekatnya kepergian beliau meninggalkan dunia fana ini. Yang ternyata—manusiawi, ditanggapi Para Sahabat r.a. kala itu dengan sangat emosional—termasuk seorang Sahabi yang bernama Hadhrat Ukasya r.a..

Nah—dalam QS [An-Naĥl] 16:91 yang Hudhur atba. kutip, diterangkan mengenai ajaran-ajaran bijak yang mengantarkan solusi bagi setiap permasalahan sosial di muka bumi ini. Ayat ini menganjurkan berlaku adil, berbuat baik kepada orang lain dan kasih sayang antara kaum kerabat; dan melarang berbuat hal yang tidak senonoh, berbuat keburukan dan pelanggaran yang nyata. Seseorang harus memperlakukan orang-orang lain seperti ia diperlakukan oleh mereka. Seseorang hendaknya membalas kebaikan dan keburukan orang-orang secara setimpal menurut besar dan ukuran yang diterima olehnya dari mereka.

Lebih tinggi dari adil adalah ihsan, yakni bila manusia harus berbuat kebaikan kepada orang-orang lain tanpa mengindahkan macamnya perlakuan yang diterima dari mereka, atau, sekalipun ia diperlakukan buruk oleh mereka. Perbuatannya tidak boleh digerakkan oleh pertimbangan-pertimbangan menuntut balas.

Berikutnya adalah îtâ`i dzi`l-qurbâ, bahwa seseorang yang beriman diharapkan untuk berbuat baik terhadap orang-orang lain, bukan sebagai membalas sesuatu kebaikan yang diterima mereka. Begitu pun, tidak dengan pertimbangan untuk berbuat lebih baik dari kebaikan yang ia peroleh, melainkan untuk berbuat kebaikan yang ditimbulkan oleh dorongan fitrah. Seperti seseorang yang berbuat baik kepada orang-orang yang mempunyai perhubungan darah yang dekat sekali. Layaknya seorang ibu yang menyusui anak yang kecintaan terhadap anak-anaknya bersumber pada dorongan fitrah.

Ketika seseorang memproklamirkan keimanannya, berdasarkan firman dalam QS [Al-Mâ`idah] 5:9, maka ia harus berlaku jujur dan adil. Dan Hudhur atba. bersabda bahwa makrifat atau pengetahuan sempurna, merupakan makna lain dari hikmah. Sedangkan melalui Islam dan Alquran Karim, Allah swt. telah menyempurnakannya dalam bentuk agama. Tentunya, di dalam Alquran sendiri yang penuh berkat, terdapat berbagai kabar gaib yang telah sempurna setelah 14 abad berlalu sejak diturunkan dan bahkan selama itu tidak pernah terbayangkan sama sekali.

Contohnya kabar gaib yang ada pada QS [Ar-Raĥmân] 55:20-24, kini sudah sempurna dengan adanya Terusan Suez yang menghubungan Laut Merah dan Laut Mediterania, dan adanya pula Terusan Panama yang mempertemukan dua samudera—Atlantik dan Pasifik. Demikian halnya dengan QS [Al-Anbiyâ'] 21:31 yang menjelaskan tentang sempurnanya Teori Big Bang. Hingga ditemukannya kemajuan teknologi berupa eksplorasi sains angkasa luar oleh misi teleskop bintang Hubble menurut paparan QS [Adz-Dzâriyât] 51:48, dan laporan jurnal tentang semakin besarnya kecepatan alam semesta dibandingkan sebelumnya. Para ilmuwan muslim khususnya Ahmadi, harus terus tetap bersandarkan pada firman-firman yang terdapat dalam Alquran Karim sebagaimana yang pernah Almarhum Profesor Doktor Abdussalam kerjakan.

Alquran penuh dengan mutiara hikmah yang akan terus muncul sepanjang masa. Salat merupakan satu-satunya. Dan sebagai salah satu perintah dalam syariat yang termaktub dalam QS [Al-‘Ankabût] 29:46 dengan berbagai keutamaannya. Perintah ini adalah untuk umat Islam sebagai sarana tali perhubungan dengan Allah swt.. Hadhrat Masih Mau’ud a.s. bersabda, salat merupakan pelindung kita dan intisari dari berbagai keberkatan.

Lebih lanjut, Alquran mengungkapkan mutiara hikmah dari QS [Al-Ĥajj] 22:31 menerangkan bahwa kita harus menjauhi ucapan dusta sebagai bukti bahwa kita tidak akan mempersekutukan Allah swt.. Hanya kebenaranlah yang akan senantiasa unggul. Hadhrat Masih Mau’ud a.s. bersabda tak ada yang lebih buruk lagi selain kedustaan. Semasa beliau hidup, beliau menghadapi tujuh buah perkara pengadilan yang semuanya berisi kedustaan, tapi pemerintah membebaskan beliau dari semua tuduhan dusta tersebut.

Firman QS [Al-Aĥzâb] 33:35 menegaskan bahwa kita harus menghayati hikmah-hikmah berupa kebajikan, kesalehan dan ketakwaan dalam ayat-ayat Allah swt. yang senantiasa kita kaji, dan tetap mengedepankan keteladanan Hadhrat Muhammad Rasulullah saw.. Allah swt. Maha Menyadari apa-apa yang terdapat pada diri kita. Sebagai orang yang beriman, kita harus berusaha terus mengimplementasikan ajaran mulia Hadhrat Muhammad Rasulullah saw.. dalam kehidupan sehari-hari. Semoga Allah swt. berkenan agar kita memahami dan mengamalkan ajaran yang penuh hikmah tersebut.[] (Alislam.org/Ali)


Comments