Khalifah: Tidak pernah ada jalan pintas dalam menempuh jalan kerohanian
MUSIM panas hari Sabtu tanggal 13 bulan Juni tahun 2026 sedang merayap pelan di Islamabad, Tilford. Di tanah Inggris yang tenang itu, sekelompok bapak-bapak Majelis Anṣarullāh Wilayah Barat Daya Amerika Serikat yang datang jauh-jauh dari Los Angeles, kota di pesisir Barat Amerika yang penuh dengan hiruk-pikuk keduniawian, bermulaqat, duduk berhadapan dengan Imam Jama'ah Muslim Aḥmadiyyah Mirza Masroor Ahmad (Huzur) – ayyadahul-Lāhu Ta'ālā binaṣrihil-azīz (atba.). DURASI BACA ±9 MENIT. Mereka adalah orang-orang yang telah lama melintasi samudra, membawa tubuh dan ingatan mereka dari benua yang mengagungkan kebebasan individu. Namun, di hadapan Huzur, Sang Khalifah kita, mereka tidak bertindak sebagai pemenang zaman modern. Mereka datang sebagai musafir jiwa yang dahaga akan petunjuk: bagaimana menjaga kobaran iman di tengah gulita egoisme dunia baru? Satu demi satu dari mereka memperkenalkan diri. Di mata mereka terpancar pertanyaan-pertanyaan mendasar tentang hidup,...