KERAJAAN Rohani Allah swt. sebagai Manifestasi Sifat Ilahi Al-‘Azîz sekarang ini…
SARIPATI/PETIKAN Khotbah Jumat Imam Jemaat Islam Ahmadiyah Sedunia Sayyidina Amirul Mukminin Hadhrat Mirza Masroor Ahmad Khalifatul Masih V atba.—Mesjid Baitul Futuh Morden, Inggris, 30 November 2007
KERAJAAN Rohani Allah swt. sebagai Manifestasi Sifat Ilahi Al-‘Azîz sekarang ini…
“MERUPAKAN buah doa-doa orang-orang Arab terdahulu, yang dipanjatkannya pada malam hari, yang menghidupkan kembali orang yang sudah mati menjadi hidup. Pada saat sekarang ini, lagi-lagi, hanya dengan doa seorang pencinta sejati Hadhrat Rasulullah saw.-lah, yang akan membuat beberapa perubahan yang sama.”
USAI tasyahud, taawuz dan tilawat Alquran Surah (QS) Al-Fâtiĥah, Hudhur (Hadhrat Khalifatul Masih V) atba. memulai bahasan khotbah jumat yang disiarkan langsung Muslim Television Ahmadiyya (MTA) minggu lalu ini, dengan tilawat QS [Âli ‘Imrân] 3:19 mengenai manifestasi Sifat Al-‘Azîz atau Yang Maha Perkasa dalam mewujudkan Kerajaan rohani di muka bumi ini.
Hudhur atba. bersabda, bahwa didirikannya Jemaat Ahmadiyah adalah untuk menanamkan kesalehan, ketakwaan, ketauhidan tentang Keesaan Tuhan dan terus maju dalam penerapannya di dunia ini sebagai penyelaras tujuan hidup seorang insan dalam menegakkan kedaulatan Allah swt. Yang telah menciptakan alam semesta ini.
Di dalam dunia ini, terdapat langit dan bumi, terdapat banyak tersebar ciptaan-ciptaan-Nya. Bumi ini hanyalah satu titik bagian kecil dari keseluruhan jagat raya. Jadi, sebagai manusia, kita jangan memiliki rasa takabur atau memandang rendah di bumi ini. Inilah rahmat Allah swt. yang memberikan kita sebagai mahluk ciptaan-Nya yang terbaik.
Tujuan dari penciptaan kita telah disebutkan dan Allah swt. telah mempercayakan beberapa tugas kepada kita yang tujuannya adalah agar kita menjadi abdi-Nya yang sejati. Akan tetapi, mayoritas umat manusia ini bahkan tidak bersedia untuk merenungkan tujuan penciptaan mereka yang dikarenakan mengejar-ngejar tujuan duniawi hidup ini. Mereka tenggelam dan melibatkan diri sedemikian rupa, sehingga mereka tidak mampu menaruh perhatian pada hal rohani. Hawa syaitani pun mencengkeram mereka.
Hudhur atba. mengingatkan kita bahwa sebagai orang-orang yang beriman kepada Utusan Allah swt., kita harus bekerja mengikuti berdasarkan perintah-Nya. Sehingga kita akan termasuk dalam orang-orang yang senantiasa ingat akan tujuan penciptaan hidup kita. Allah swt.-lah Pemilik segala Kekuatan dan Kekuasaan, Yang Maha Perkasa, Yang paling unggul, Pencipta Alam semesta. Begitu banyak mahluk-mahluk ciptaan-Nya di atas bumi ini. Allah swt. ingin menegakkan sendiri Kedaulatan dan Keunggulan serta Kekuasaan-Nya di atas bumi ini. Karenanya, Dia tidak memerlukan pertolongan apa pun dan dari siapa pun.
Allah swt. telah mengirim para Nabi-Nya dan mengutus mereka. Kita diberi kesadaran tentang wujud Tuhan kita yang hakiki dan pantas disembah. Para Nabi tersebut, senantiasa berserah diri penuh kepada Allah swt.. Mereka menyampaikan pesan dan amanat Tuhan kepada orang-orang. Kemudian, Allah swt. memperlihatkan manifestasi Kemahaperkasaan-Nya yang membuat beliau-beliau a.s. unggul.
Allah swt. berfirman di banyak tempat tentang janji mengenai orang-orang yang menjadi penentang jemaah para Nabi. Allah swt. sendiri yang akan menghukum mereka. Dia-lah sendiri yang akan menghapuskannya sama sekali dari muka bumi ini. Sehingga, ini akan menjadi sumber pembelajaran bagi yang lainnya. Nasib dan kesudahannya ini, tidak akan dikerjakan oleh manusia, tetapi dilakukan oleh Allah swt..
Pada zaman Hadhrat Rasulullah saw. hidup saja, beliau sudah direncanakan untuk dibunuh. Mereka sudah mengaturnya semua, tetapi kemenangan Mekkah itu-lah yang pada akhirnya telah membuktikan kenyataan. Betapa, Allah swt. adalah Tuhan Yang Maha Kuasa, Yang patut disembah, Wujud Yang Maha Perkasa, Maha Bijaksana dan Yang kita selalu menyembah-Nya. Hadhrat Nabi Besar Muhammad-mustafa Rasulullah saw. senantiasa menyembah-Nya. Beliau-lah pencinta hakiki dan hamba sejati Allah swt. Beliau-lah yang menjadi pemenangnya. Sedangkan para musuh Islam dari Arab Quraisy-dan sekutu-sekutunya yang berkedokkan 300 lebih patung berhalanya, tidak dapat berbuat apa-apa terhadap Wujud suci saw. sebagaimana firman-Nya dalam QS [Saba’] 34:28.
Kemenangan Mekkah dan kehidupan Hadhrat Rasulullah saw. merupakan bukti jelas akan Kemahaperkasaan dan Kedaulatan Allah swt. yang memang benar-benar pantas untuk disembah. Mereka yang mempercayai-Nya adalah para pendiri Kerajaan Allah swt. di muka bumi. Segala sarana duniawi sebagai sekutu bagi Allah swt., sebenarnya sama sekali tidak ada guna dan manfaatnya bagi mereka. Dan hanya melalui ketaatan kepada-Nya sajalah, itu semua akan terwujud.
Khazanah ini tidak akan habis-habisnya. Meski, setelah kewafatnya Hadhrat Rasulullah saw. dan para Khalifah beliau. Karena pada setiap abad, Allah swt. akan senantiasa menegakkan Kerajaan tersebut di dalam hati orang-orang yang dapat mengenal Tuhan-nya yang hakiki. Yakni, Allah swt. telah mengutus para Mujaddid atau pembaharu di setiap abad. Sesuai nubuwatan dan kabar suka Allah swt. dan Hadhrat Rasulullah saw., selanjutnya, datanglah Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad sebagai Imam Mahdi dan Isa Almasih Yang dijanjikan atau Masih Mau’ud a.s..
Masa muda Hadhrat Masih Mau’ud a.s., sama sekali tidak tertarik pada hal-hal keduniawian. Bahkan, oleh para anggota keluarganya hampir tidak pernah diperhatikan. Hadhrat Masih Mau’ud a.s. hanya mencintai Allah swt. saja. Kadang-kadang, keluarga beliau enggan menyediakan makanan. Tetapi, ketika Allah swt. mendukung beliau dan menolongnya serta memilih beliau, maka beliau menjadi seorang penyembah sejati kepada Allah swt.. Melalui beliau-lah, seluruh dunia menyaksikan manifestasi ilmu dan kebijaksanaan, yang membuat mereka itu menjadi sangat segan. Beliau yang pernah disebut tukang sihir, kini apa-apa yang beliau telah sajikan itu, telah membuat orang-orang memandang dengan penuh penghargaan dan penghormatan yang agung.
Hudhur atba. mengungkapkan bahwa banyak orang-orang Arab yang menulis surat kepada beliau, ketika mereka membaca tulisan Bahasa Arab Hadhrat Masih Mau’ud a.s., mereka berpendapat bahwa tulisan-tulisan beliau a.s. hanya dapat ditulis oleh seseorang yang amat sangat diberkati dengan bantuan dan pertolongan Ilahi. Sekarang ini, orang-orang yang percaya dan beriman kepada beliau a.s. sudah terdapat di berbagai penjuru negeri.
Ini sebuah bukti besar akan kenyataan bahwa Allah swt. melalui jalan-jalan yang Dia kehendaki, telah menegakkan Kerajaan-Nya. Allah swt. telah membuat beliau a.s. memperoleh hubungan dengan orang-orang tersebut. Beliau a.s. telah memberikan kepada kita pengertian tentang Wujud Keberadaan-Nya yang hakiki untuk disembah. Sehingga, kita dapat menegakkan Kerajaan ini, Kerajaan Allah yang hakiki untuk dijunjung sebagai sarana rahmat serta keberkahan-keberkahan Allah swt..
Hudhur mengingatkan kita lagi, agar harus selalu ingat bahwa ini semua merupakan buah doa-doa orang-orang Arab terdahulu. Doa-doa yang dipanjatkannya pada malam hari, yang menghidupkan kembali orang yang sudah mati menjadi hidup. Pada saat sekarang ini, lagi-lagi, hanya dengan doa seorang pencinta sejati Hadhrat Rasulullah saw.-lah, yang akan membuat beberapa perubahan yang sama. Jika kita akan memperoleh buah hasil dari usaha kita yang tidak seberapa ini, maka itu dikarenakan beliau, di mana kita merupakan orang-orang yang menegakkan Kerajaan Allah swt. di muka bumi ini. Semata-mata, ini merupakan rahmat berkah Allah swt. kepada kita. Buah-buah ini akan selalu kita dapatkan, selama kita berserah diri penuh kepada Allah swt. dan taat kepada Rasul-Nya dan mengikuti Hadhrat Masih Mau’ud a.s.. Hadhrat Masih Mau’ud a.s. telah memberikan kepada kita kesadaran penuh ini.
Selanjutnya, Hudhur atba. mengutip beberapa ayat dalam QS [Al-Mu'min] 40:43 yang dihubungkan dengan QS [Al-Mu'minûn] 23:2. Kemudian QS [Al-Ĥajj] 22:74-75 mengenai konsep hakiki Allah swt. dalam mengusahakan berdirinya Kerajaan Rohani Allah swt.. Dan kepada kita, beliau memberikan resep-resepnya. Antara lain, kita harus senantiasa bersujud dan berserah diri kepada Allah Yang Maha Esa, sumber segala kekuatan, sang Pencipta segala sesuatu. Kita harus menghindarkan diri dari membuat sekutu dengan Allah di mana kita itu harus mengerti sepenuhnya bahwa hanya Dia itulah satu Wujud yang patut untuk disembah, tidak ada yang lainnya lagi.
Surga kita adalah Allah. Dan kegembiraan kita ada bersama ridanya Allah swt.. Perjumpaan kita dengan-Nya, telah menemukan semuanya. Dan segala keindahan dan kecantikan, hanya ada pada-Nya. Inilah khazanah yang patut kita miliki berapa pun biaya dan harganya yang mesti kita tebus. Inilah kekayaan yang harus kita dapatkan walaupun harus dengan mengorbankan segalanya. Sumber ini yang akan membuat kehidupan kita selamat.
Hadhrat Masih Mau’ud a.s. menerangkan, bahwa setiap partikel tubuh dan jiwa kita, akan bersujud pada Allah swt., Tuhan Yang Maha Perkasa dan Tuhan yang sejati. Pada setiap partikel alam semesta ini, tak satu pun yang berada di luar ilmu kendali kekuasaan dan penciptaan-Nya.
Dan hanya dengan ribuan doa serta selawat maupun salam keberkahan yang kita sampaikan kepada Junjungan Mulia Hadhrat Rasulullah saw.-lah, kita akan menemukan Allah swt. sebagai Tuhan Yang bercakap-cakap kepada manusia, sebagai bukti akan Keberadaan-Nya, yang memperlihatkan begitu banyak tanda, yang memperlihatkan keindahan Wajah-Nya.
Inilah Nabi Agung saw. yang telah memperlihatkan wujud Tuhan Yang Maha Kuasa kepada kita. Kita sudah mengenal kekuatan-Nya yang tanpa batas, sudah memperlihatkan kepada kita semua manifestasi-Nya. Tanpa keberkahan-Nya itu, tiada sesuatu yang diciptakan, apa pun tidak ada di sana yang dapat hidup tanpa pertolongan Allah swt.. Itulah Tuhan sejati, Allah swt.. Dia yang dengan penuh manifestasinya, penuh manfaat kebaikan-Nya: Tiada Tuhan lain kecuali Allah swt..
Oleh karenanya, untuk meraih tujuan kita itu, maka kita harus menjalin hubungan dengan Allah swt. yang sedemikian rupa. Di mana, kita harus senantiasa berusaha memperhatikan hubungan ini agar manifestasi sifat-Nya Yang Maha Perkasa itu termanifestasikan nyata. Kita harus memiliki keinginan untuk berada dan menjadi lebih dekat kepada Tuhan Yang Maha Kuasa. Kita harus tetap memiliki keinginan untuk maju dan menang betapa pun para pihak yang memusuhi dan menentang kita, berusaha “memuslimkan” kita, sebagaimana yang diisyaratkan QS [Al-Ĥijr] 15:3.
Kita harus memperbaiki dan meningkatkan lagi standar peribadahan kita yang sejati kepada Allah swt.. Sehingga, termasuk dalam jajaran orang-orang yang terbaik dalam Jemaah Hadhrat Imam Mahdi dan Masih Mau’ud a.s. demi tegakkan Kerajaan Rohani Allah dan Hadhrat Rasulullah saw. di alam semesta ini. Ini suatu tantangan besar dari dunia pada saat ini. Setiap Ahmadi harus sanggup menerima tantangan ini. Dan itulah faktanya.
Semoga Allah Taala memberikan kemampuan kepada kita semua untuk menjadi penyembah sejati Allah swt. Tuhan Yang Maha Esa. Semoga Allah swt. memberi taufik kepada kita untuk dapat mengerti tujuan penciptaan kita ini. Insya Allah Taala. Amin.[] (MTA/H. S.A. LUBIS SAHIB & H. PIPIP SUMANTRI SAHIB/A. SHAHEEN ALI/LB)
-------oooOooo-------
Comments