Kesalahan Cetak pada Alquran Mus'haf JAI 2006
Pagi ini, aku baru saja memulai tradisi tahunan menamatkan baca Alquran (Arab: القرآن “al-qu-r-â-n”) menjelang H-minus-sebulan sebelum bulan suci Ramadan (Arab: رمضان “ra-ma-dh-â-n”). Hari ini, aku memulai dengan 36 halaman pertama yang akan dibaca setiap 5 kali dalam sehari hingga mencapai 2 juz-pertama Alquran mus'haf Jemaat Ahmadiyah Indonesia edisi tahun 1997. Tadinya aku mau pake edisi 2006. Tapi, nggak jadi. Soalnya, sebelum dimulai, aku sempat melihat pada satu halaman menjelang Juz yang ke-3, ada halaman yang tidak tercetak alias kosong saat memeriksa pada halaman 1 sampai 180. Itulah kesalahan cetak kedua yang telah aku temui pada mus'haf edisi terbaru Juz 1-10. Yang pertamanya adalah kesalahan-kesalahan ketikan dan EYD yang mestinya sudah diperbaiki pada Kata Pengantar tapi ternyata tidak diperbaiki. Salah satunya, tidak tercantumnya tulisan nama Amir Nasional JAI yang baru yang semestinya tertulis Maulana H. Abdul Basit Sahib Shaheed. He he he... Well, edisi terbaru itu langsung kuserahkan ke Sekretariat JAI Cabang Kebayoran agar bisa ditukar dengan yang lain terkait dengan adanya halaman kosong menjelang Juz ke-3. Selain itu, pada Alquran mus'haf terbaru, antara lain, masih ada tulisan singkatan “sha'l-Lâhu ‘alaihi wa sallam” yang ditulis dengan “s.a.w.” yang mestinya adalah “saw.” menurut kaidah Bahasa Indonesia EYD (Ejaan Yang Disempurnakan).
Pic 1 = Alquran mushaf JAI cetakan baru juz 1-10 tahun 2006
Pic 2-4 = Halaman 179 yang kosong pada mus'haf baru
Pic 5-6 = *Sigh* Aku beralih lagi pada bacaan mushaf cetakan yang lama
Pada Pic 6, tertera label "Rahmat Ali" yang dibikin oleh Iba dan Abir (adiknya Iba) tahun 1999.[] ***
Comments