Khalifah: Seimbangkanlah antara Usaha dan Doa (8-OKT-2026)
﷽
Assalāmu 'alaiKum waraḥmatul-Lāhi wabarakātuh.
Berikut ini adalah poin-poin, yaitu nasihat dan petunjuk apa saja yang Imam Jama'ah Muslim Ahmadiyyah Sayyidinā Amīrul-Mu'minīn Ḥaḍrat Khalīfah Almasīḥ V Mirza Masroor Ahmad (Huzur) atba. sampaikan, dalam Khotbah Jum'at 8 Oktober 2026.
Sumber: Review Of Religions.
Tema khotbah adalah mengenai kesempurnaan ketawakalan Sang Pendiri Jama'ah Muslim Aḥmadiyyah Ḥaḍrat Masīḥ Mau'ūd Mirzā Ghulām Aḥmad a.s. kepada Allāh SWT.
¹ Seimbangkanlah antara usaha dan doa. Saat jatuh sakit, Ḥaḍrat Masīḥ Mau'ūd tidak hanya mengandalkan satu metode pengobatan saja. Beliau memanfaatkan pengobatan medis Barat maupun Timur serta berkonsultasi dengan para dokter, seraya tetap memanjatkan doa bersamaan dengan ikhtiar tersebut.
² Rasa cemas atau khawatir adalah hal alami yang dialami setiap manusia, termasuk para Nabi. Contohnya seperti saat Rasūlullāh ﷺ merasa khawatir saat Perang Badar berkecamuk.
Meski sedang cemas sekalipun, para Nabi tidak pernah berputus asa. Mereka memiliki keyakinan mutlak bahwa Allah tidak akan pernah membiarkan mereka binasa.
Orang-orang yang beriman harus meneladani para Nabi dengan tidak membiarkan keputusasaan menguasai diri di saat menghadapi kesukaran, melainkan harus menaruh tawakal sepenuhnya kepada Allah.
³ Yakinlah bahwa Allah adalah Ar-Razzaq, Maha Pemberi rezeki hakiki. Orang yang bertawakal kepada Allah tidak akan pernah dihalangi atau kekurangan rezeki. Allah akan mencurahkan rezeki baginya dari tempat-tempat yang tidak disangka-sangka.
Huzur menekankan pentingnya mengajarkan kepada anak-anak sejak usia dini tentang konsep tawakal dan ketergantungan kita hanya kepada Allah, sebagaimana Ḥaḍrat Masīḥ Mau'ūd a.s. menanamkan nilai-nilai Al-Qur'ān ini kepada putera-puterinya ketika masih berusia 9 tahun.
⁴ Ketaqwaan atau Taqwa adalah “resep kimia” keberkahan hidup. Ketaqwaan adalah kunci, yaitu kualitas sejati yang jika diraih seseorang, seolah-olah ia telah memperoleh seluruh kenikmatan dunia. Orang yang bertaqwa tidak akan bergantung kepada manusia, dan Allah akan membukakan sarana-sarana serta jalan keluar baginya.
Ḥaḍrat Masīḥ Mau'ūd a.s. pernah diperlihatkan sebuah pandangan gaib atau kasyaf yang di dalamnya Allāh SWT berfirman, “Jika engkau mendedikasikan diri untuk-Ku, seluruh dunia akan menjadi milikmu.”
⁵ Jika Allāh telah berfirman atau memberi kabar gaib, kita harus yakin penuh bahwa hal itu pasti akan terwujud. Bagaimana cara terwujudnya adalah wewenang Allah sepenuhnya.
Terapkan akhlaq dan sikap lapang dada. Huzur menceritakan satu kisah ketika naskah-naskah tulisan Ḥaḍrat Masīḥ Mau'ūd a.s. tidak sengaja terhilangkan oleh Ḥaḍrat Maulānā Hakīm Nūruddīn r.a.. Beliau tidak marah sedikit pun, melainkan meminta maaf atas kesusahan yang dialami Maulānā Nūruddīn. Ḥaḍrat Masīḥ Mau'ūd yakin bahwa Allah akan memberikan taufiq kepada beliau untuk menulis hal-hal yang lebih baik lagi.
⁶ Huzur bersabda gerakan keagamaan yang didirikan semata-mata di atas akal atau rekayasa manusia akan pecah dan memudar seiring waktu. Janji-janji Allāh bagi Jemaat ini sangat agung dan tidak dapat dibatasi oleh ikhtiar atau sarana duniawi manusia belaka. Allāh-lah yang menyatukan hati para mu’min dan menyediakan sarana demi kesempurnaan amanah ini.
⁷ Tawakal sebagai kunci keberhasilan hakiki. Utamakan kepentingan Agama/Akhirat. Manusia hendaknya tidak terlalu bersedih atas urusan dunia yang bersifat sementara. Jika perhatian terhadap agama menjadi hal yang mendominasi hidup seseorang maka Allāh Sendiri yang akan menjadi penjamin bagi urusan-urusan dunianya.
Berbagai musibah dan cobaan di zaman akhir terjadi sebagai peringatan. Orang beriman harus semakin peka, meningkatkan kualitas doa, dan mengambil hikmah darinya.
Doa dan harapan Huzur atba.. Huzur mendoakan agar masyarakat dunia diberi pemahaman untuk mengenali Allah. Beliau juga mendoakan agar para anggota Jemaat semakin meningkat dalam iman, keyakinan, standar doa, serta tawakal yang murni kepada Allāh SWT. Āmīn.
Was-salāmu 'alaiKum waraḥmatul-Lāhi wabarakātuh✨🙏🏻🤲🏻
MuḥabbiKum wad-dā'ī laKum:
Rahmat Ali Daeng Mattiro
📍 Kampung Cisalada, Desa Ciampea Udik, BOGOR 16625 🇮🇩
Comments