nikah dulu, atau karir dulu

Sebuah status dari #MTGW tentang "Nikah dulu, atau karir dulu?" membuat saya berpikir lagi. Kalau saja pengandaiannya adalah "kita sudah ada calon pasangan hidup" yang sedang menanti atau yang sudah kita sayangi, mungkin opsi 'nikah' harus diambil. Kemudian, 'karir'-nya bisa sambil berjalan untuk dibangun bersama.

Kalau kita lihat di beberapa sahabat orang tua maupun teman-teman kita yang telah--umumnya--berhasil di dalam membina bahtera rumah tangga, bisa diambil pelajaran dari kisah-kisah mereka betapa yang namanya pernikahan itu adalah dalam rangka karir (baca: menjemput rizki) itu sendiri.

Ada juga yang lebih memilih karir. Dan bagaimana pencapaian keputusan-keputusan mereka, saya lebih memilih untuk menghindari berkomentar.

Intinya, tergantung sikonnya masing-masing.

Hanya saja, positivismenya, Ketika kita berjalan menuju Tuhan maka Tuhan akan menyambut kita sambil berlari.

Sayang sekali, pemikiran-pemikiran ini baru bisa dipahami pada saat sekarang-sekarang. Mungkin karena keterlenaan dan kelalaian-kelalain.

Semoga Tuhan mengampuni kita semua.

0 komentar:



السّلام عليكم و-ه [AsslmlKm w.w.]. Selamat datang di blog saya yang sederhana ini, dan terima kasih atas kunjungan, serta isian komentar-komentar maupun “Like This” Anda. جـــزاكم الله أحـــسن الجـــزآء [JzKml-Lh ahsnl-jz].[] ^_^

Jakarta, 1 Desember 2010

Rahmat Ali

Create Your Badge